Jul 28 2008
Dipersimpangan
Ahli agama mengatakan bahwa hidup dan mati, jodoh dan rejeki itu sudah ada yang mengatur. Dan pendamping kita itu adalah orang yang tepat yang diamanahkan Tuhan kepada kita.
Benarkah demikian?
“Aku tak pernah berangan-angan punya isteri yang keras kepala dan susah diatur. Tak pernah pula bercita-cita punya pendamping hidup yang tak taat kepada suami”. Begitu cerita seorang sahabat karib saya dalam percakapan via handphone yang menggunakan kartu As dari Telkomsel dari seberang sana.
Ketika kutanyakan apakah dulu kalian menikah krn saling mencintai? “Tidak.” Jawabnya ketus. “Kami menikah krn terbawa arus fenomena hts, kemudian dia hamil dan aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku ini.” Lanjutnya kemudian. (lha iyalah… masak loe kudu melarikan diri. Itu namanya pengecut!)
Kini dia merasakan rumah tangganya bak neraka. Panas. Seperti musim kemarau yang melanda Jakarta beberapa bulan terakhir yang tak kunjung disiram hujan. Panas dan berdebu.
“Sebenarnya aku ingin berpisyah dengan Sri, karena aku tak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tanggaku lagi. Tapi aku kasihan melihat Jeep -anak satu-satunya hasil perkawinannya dengan Sri- bila kelak dia harus hidup dengan bapak tiri atau dengan ibu tiri. Loe bisa kasih gw advice Khai?”. Ku dengar suaranya memelas.
“Waduh… Bram. Bukannya gw ga peduli dengan masalah yang tengah loe hadapin, tapi ini menyangkut masa depan loe dan Sri juga Jeep, jadi gw butuh waktu utk memberikan jawaban”. Kilahku.
Gila si Bram, minta advice sama biang kerok, tak bakal ada solusiya. Paling gw bilang, “Ya udah, kawin lagi ajah, biar dua.” atau paling ekstrim gw bilang “Ceraikan saja, ntar buat gw”. Asal deech..!!
Tapi jelas gw ga mungkin bilang hal itu padanya disaat dia memang benar-benar butuh nasehat yang bisa menjadi solusi atas permasalahan yang tengah dia hadapi. Tapi gw juga ga punya solusi jitu utk masalah ini.
Adakah sobat yg bisa membantu sahabatku Bram ini? Aku yakin kalian bisa.
Karena sekecil apapun pendapat kalian, tetap akan saya sampaikan pada Bram yg kini tengah bimbang antara bertahan dan bercerai.
***Untung si Bram ga tau alamat blog gue….*ketawa cekikikan dan bernapas legahh***

