Archive for the 'Celoteh Sahabat' Category

Oct 31 2008

Disaat Pintu Tertutup

Published by khay under Celoteh Sahabat

Perasaan aman dan nyaman tentu kita rasakan disaat seluruh pintu rumah dan jendela tertutup rapi sebelum kita beranjak keperaduan.

Tapi apakah perasaan yang sama juga berlaku apabila semua pintu cinta kita tertutup utk seseorang?

Rasanya tidak ya. Ada perasaan haru, sedih, kesal berbaur menjadi satu.

Ada rasa penyesalan yang dalam yang tiba2 menyelinap masuk kerelung hati.

Tapi sudahlah..

Pintu sudah ditutup rapat. Bukan dengan gembok, tapi sudah aku patri dengan las listrik.

Tak mungkin bisa dibuka lagi sekalipun dia datang dengan seribu bintang ditangannya

Tapi bila dia datang dengan sebungkus nasi padang? Masiy mikir2 dulu :)

7 responses so far

Oct 28 2008

Rindu Tak Berbalas

Published by khay under Celoteh Sahabat

Ibarat Pungguk Merindukan Bulan, begitu pepatah lama mengatakan.

Ada kalanya disaat rindu dihati tak terbendung lagi, kita mengrimkan sms kepada kekasih hati dengan harapan dia tau apa yang tengah kita rasakan saat ini, dan berharap diapun mempunyai rasa rindu yang sama.

Tapi tak jarang pula kita mendapati kenyataan pahit bahwa semua kerinduan yang telah kita curahkan via sms tadi mendapat respons yang tidak semestinya. Contohnya seperti yang diceritakan sahabat dekatku siang tadi.

“Gila si Frisca…. bener2 gila”. Pur menumpahkan rasa amarahnya sambil merebahkan diri di kasurku yang buluks.

“Gila gimana mangsoedloe cuy”. Tanyaku penasaran.

“Gini ceritanya cuy”, Pur mulai bisa meredam emosinya lalu kemudian dia duduk ditepi ranjang

“Tadi pagi gw sms sama gebetan gw, isinya seputar rasa kangen gw, loe tau apa balasan smsnya?

“Ye…ente ada2 ajah… mane gw tau bokin loe kata apa” jawabku singkat sembari menyalakan sebatang rokok A Mild kesukaan gw

“Dia bilang kl rasa rindu yang gw punya ini, hanya rasa rindu boongan. Gombal. Ga mutu. Basi” Nada bicara Pur mulai tinggi lagi. Gw paham. Memang Pur punya sifat sensi yang tinggi bila ada hal2 yang tak berkenan dihatinya.

“Halah… cuy… ngapain pulak loe pikirin cewek kek gitu. Mending cakep. Lha ce biasa2 ajah gitu pake loe rindu2in segala. Wes kono… golek sing liane wae. Aku punya teman wanita cakep, manis, masih brondong lagi. Loe mao?”.  Aku mulai mengalihkan pembicaraan agar si Pur tidak terlalu memikirkan bokinnya yang ga tau diri itu.

“Iya dech..gw mau. Loe benar juga cuy.. daripada mikirin wanita itu mendingan gw cari yang lain”. Jawab Pur singkat sambil nyikat singkong goreng yang gw beli tadi pagi. Untungnya belum basi tu singkonx.

Sepanjang sore hingga malam ini aku terus memberikan semangat kepada Pur agar dia segera melupakan wanita itu dan segera melakukan pdkt kepada teman wanitaku yang kini telah bekerja dsebuah perusahaan taksi *tp bukan sopirnya loch* :)

Sukses ya Pur… * ntar kalo dah jadian jangan lupa loe setor pajak ma gw, minimal rokok mild sebungkus setiap malam minggu* :)

9 responses so far