Archive for July 2nd, 2008

Jul 02 2008

Intermezzo

Published by khairuddin under Belajar nge-Blog

Dulu saya juga orang susah! Tidak jauh beda dengan anda. Merantau ke Jakarta, bekerja keras untuk penghasilan pas-pasan. Badan saya kurus, hitam, dekil karena saat itu saya hanya seorang pekerja lapangan. Saat itu saya masih bujang, tapi menyedihkan. Sendiri, tidak punya pacar, gaji hanya cukup buat makan, dan hidup numpang di rumah saudara.

Anda jangan tertawa, saya serius!

Tidak pernah sekalipun hari-hari kerja saya diisi dengan kepuasan. Selalu tertekan dengan kungkungan pekerjaan yang membuat saya tidak bisa bebas lepas seperti burung! Saya sering membayangkan, betapa bahagianya saya jika bisa memiliki bisnis mantap, namun dikerjakan secara santai, tidak menguras waktu, tapi menghasilkan uang melimpah.

Duduk ongkang-ongkang, uang datang sendiri, dan tidak ada habis-habisnya! Punya rumah mewah, mobil bagus, istri cantik, aset bertumpuk… dan sebagainya. Saya yakin impian anda juga serupa dengan saya!

Kemudian saya mengenal internet…

Jadilah saya seperti sekarang. Jadi Blogger Gurem. Hahahahah…..

Postingan diatas diambil dari sini :Ki Joko Susilo

12 responses so far

Jul 02 2008

Wanita Karir

Published by khairuddin under Curhat

Tadi pagi aku ketemu calon klient yg akan memesan baju pengantin anaknya yg akan merit akhir bulan ini.
Duduk diruangan ber aseh dan disuguhi kopi hitam yg rada pahit. Tp akudiijinkan untuk merokok.

Lama dia melihat-lihat majalah yg aku bawa. Tp tak satupun yg sreg menurut dia.
Malahan dia tertarik dengan salah satu model kebaya yang aku bawa dari rumah.

Ruang tamu sepi. Katanya dia hanya berdua saja menempati rumah ini dengan anak gadisnya yg sekarang sedang Sauna di sebuah Beauty Salon di kawasan elit Cinere.

“Boleh aku coba kebaya itu Mas?” pintanya padaku
“Silahkan”. Timpalku seraya menyerahkan kebaya transparan itu

Ha….aa!!!!
Aku segera menutup mataku tatkala dia menanggalkan busananya satu persatu. Yang tersisa hanya sehelai kacamata dan busana segitiga.
Oh Tuhan.. terimakasih atas nikmatMu. gumamku dalam hati.

“Gimana, cocok ndak menurutmu?” Dia bertanya padaku sembari menghadapkan badannya kearahku
“Co….co…cocok kok tante. Cocok banget malah”. Aku terbata-bata tak kuasa berkata apa2.
“Berapa mas jual kebaya ini?”. Belum habis rasa takjubku, malah dia nanya harga segala
“300rb”. Jawabku singkat. Asal sebut sich sebenarnya.
“Ya sudah.. aku beli yg ini dulu. Masalah Baju Pengantinnya kita bicarakan minggu depan saja ya?”
“Boleh”.  jawabku pelan

Semestinya aku ingin buru2 pulang kerumah. Krn aku merasa gag enak. Risih. Juga Takjub. Lho….??
Krn selama hampir dua jam aku disana, dia hanya mengenakan baju kebaya itu saja. Tak lbh. Sambil ngobrol ngalur ngidul lagi.

Aku juga sadar bahwa aku ini laki-laki tulen dan dpt menangkap isyarat wanita dewasa. Tp…tp…( Tuhan kuatkan imanku)

Aku pulang dengan hati senang (krn jualanku laku, pdhal harga kebaya itu cuma 80rb, beli di Pasar Tanah Abang) dan minggu depan aku dah janji mau kesini lagi. (jual apalagi ya??)

**Parto kemana lg hari ini, kok hpnya melbok terus**

6 responses so far