Jalan Panjang

dari sebuah desa berbekal gitar tua

Tampil Natural

Setelah sekian lama ‘bersembuny’ dibalik gubug derita kebohongan, akhirnya aku berani menampakkan diri. Bukan mau narsis atau apalah, aku hanya ingin menunjukkan pada dunia, ini loch aku!!!

Hanya sebagai antisipasi saja. Seandainya aku tersesat dijurang nan curam dikampung blogger, maka mereka akan mengenali aku sebagai peblogger yang sama2 makan teman nasi.

Penampakan telah dimulai !!!

Mati

“Hidup adalah Kematian yang Tertunda”. 

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”

Mati. Mengapa mati begitu menakutkan bagiku?

Jadi ingat tadi jaringan internetku mati.

Lagi enak-enaknya ngebut, tiba2 motorku mati. Habis bensin ternyata

Burung Pak Ahmad Mati. Tau penyebabnya apa?!

Powerslaves


Next entries »